Studi Awal Penggunaan Nanoselulosa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas

Edwin Sijabat

Sari


Penelitian ini merupakan studi awal penggunaan nanoselulosa sebagai campuran bahan baku baru dalam pembuatan kertas. Nanoselulosa diperoleh dari hasil fermentasi air kelapa dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang menghasilkan nanoselulosa bakteri yang biasa dikenal dengan nata de coco. Selain dari air kelapa, nanoselulosa juga dapat diperoleh dari kulit pisang (nata de banana), air kedelai (nata de soya), kulit nenas (nata de pineapple), lidah buaya (nata de aloevera),dll. Penulis memilih nata de coco karena telah banyak diproduksi dan sudah dikenal oleh masyarakat. Nanoselulosa ini dicampurkan dengan Leaf Bleach Kraft Pulp (LBKP) dan dibuat menjadi handsheet.  Berikutnya diuji sifat fisik dan sifat optiknya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penambahan nanoselulosa tersebut. Nanoselulosa yang digunakan bervariasi dengan dosis 0% (blank), 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, 17,5%, 20%, 22,5%, 25%, 27,5%,  30% terhadap berat kering handsheet. Secara umum, dari penelitian ini diperoleh bahwa nanoselulosa dapat dijadikan sebagai campuran bahan baku dalam pembuatan kertas. Kertas yang dihasilkan memiliki kekuatan fisik yang baik. Nilai porositas yang sangat rendah, indeks tarik yang optimal senilai 51,97 pada komposisi nanoselulosa 30% dan indeks sobek yang optimal senilai 64,64 pada komposisi nanoselulosa 15%. Namun untuk penyerapan dinilai kurang baik karena hasil uji klemm absorption turun hingga 5mm/min pada komposisi nanoselulosa 30%, dan drop test semakin naik hingga 197,81 detik pada komposisi nanoselulosa 30%. Selain itu sifat optik juga kurang baik terutama dari segi warna. Handsheet yang dihasilkan cenderung kekuningan. Nilai L*a*b menunjukkan perubahan bahwa warna semakin kuning dan kurang terang. Nilai L turun hingga 89,87 pada komposisi nanoselulosa 30%, dan nilai b yang naik hingga 6,37 pada komposisi nanoselulosa 30%. Whiteness juga mengalami penurunan hingga 45,67 pada komposisi nanoselulosa 30%, brightness juga turun hingga 69,05 pada komposisi nanoselulosa 30%. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya di bidang nanoselulosa agar ditemukan bahan baku baru selain dari tumbuhan yang dapat digunakan dalam pembuatan kertas


Kata Kunci


nanoselulosa, nata de coco, bahan baku kertas

Teks Lengkap:

sijabat PDF

Referensi


Abdullah, Mikrajuddin. (2009) Pengantar Nanosains. Bandung. Penerbit ITB

Adil, Ratna (2006) Klasifikasi Kinerja Tingkat Keasaman dan Berat Jenis pada Ujicoba Susu Hewani Segar Berbasis PC, Seminar Ilmiah Nasional Komputer, Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Andelib Aydin Y, Nuran Deveci Aksoy (2009) Isolation of Cellulose Producing Bacteria from Wastes of Vinegar Fermentation. Proceedings of the World Congress on Engineering and Computer Science 2009 Vol I, WCECS 2009, October 20-22, San Francisco, USA ISBN:978-988-17012-6-8.

Apriani Enda, (2016) Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Lama waktu Pemasakan terhadap Kekuatan Tarik pada Pembuatan Kertas Seni dari Limbah Batang Jagung dan Kertas Bekas”. Jurnal Mekanika dan Sistem Termal, Vol. 1 (2)

Bacteria. Microbiol rev. 55:35-58

Berita Selulosa Vol. 42 (2007:3)

Bielecki S., A. Krystynowicz, M. Turkiewicz, H. Kalinowska(2005) Bacterial cellulose. In Biotechnology of Biopolymers (A. Steinbuchel & Y. Doi, eds.) vol. 1. Willey-VCH, Weinheim.

Brown,E.E.(2007) BacterialCellulose / Thermoplastic Polymer Nanocomposites. Thesis Master. Washington State University.

Czaja WK, Young DJ, Kawec M. (2007) Reviews: The Future Prospects of Microbial Cellulose in Biomedical Applications. J. Biomacromolecules Vol.8, No.1

Darmansyah(2010) Evaluasi Sifat Fisik dan Mekanik Material Komposit Serat /Resin Berbahan Dasar Serat Nata De Coco dengan Penambahan Nanofiller, Depok, UI.

Fengel, D., dan Wegener, G., (1984), Kayu : Kimia, Ultrastruktur, Reaksi Reaksi, Terjemahan oleh Hardjono Sastrohamidjojo, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Hoenich, N. (2006) Cellulose for medical applications: Past, present, and future. BioRes. 1 (2).270-280.

Holmes D (2004) Bacterial cellulose. master thesis, Department of Chemical and Process Engineering, University of Canterbury, New Zealand

Holtzapple, M. T. (2003). Hemicelluloses. In Encyclopedia of Food Sciences and Nutrition (pp. 3060-3071). Academic Press.

http://www.kemenperin.go.id/artikel/8422/Kebutuhan-Kertas-Domestik-Meningkat

http://www.optest.com/KRK/Brochure_KRK2076_Klemm_Tester.pdf

https://www.itb.ac.id/news/read/4773/home/muhammad-miftahul-munir-dreng-kembangkan-nanoteknologi-demi-kemandirian-bangsa

https://www.scribd.com/document/344101497/Apa-Itu-Nanoteknologi

https://www.xerox.com/downloads/usa/en/t/ThreeKeyPaperPropertiesWhitePaper.pdf

https://www.xerox.com/downloads/usa/en/t/ThreeKeyPaperPropertiesWhitePaper.pdf

Jonas,R. Farah,L. F. 1998.Production and application of microbial cellulose.Polymer Degradation and Stability.Biotechnology.59, 101–106.

Klemm, D., Philipp, B., Heinze, T., Heinze, U., dan Wagenknecht, W.(1998a). Comprehensive Cellulose Chemistry. Volume 1: Fundamentals and Analytical Methods. Weinheim: Wiley-VCH Verlag GmbH. Hal. 1, 14, 18-19.

Lehninger, Albert. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.

Munir, Muhammad Miftahul. 2015. “Muhammad Miftahul Munir, Dr. Eng.: Kembangkan Nanoteknologi Demi Kemandirian Bangsa”. ITB NEWS, 6 Juni 2015.

P. Ross, R.Mayer, M.Benziman. 1991. Cellulose Biosynthesis and Function in bacteria. Microbiology Review

Palungkung, Rony (1992). Aneka Produk Olahan Kelapa. Jakarta Penebar Swadaya. Halaman : 1, 21 dan 25

Pambayun, R, 2002, Teknologi Pengolahan Nata De Coco, Yogyakarta, Kanisius.

Prasetyo, Y. (2011) Scanning Electron Microscope dan Optical Emission Spectroscope

Principles Of Instrumental Analysis F.James Holler, Douglas A. Skoog & Stanley R. Crouch (2006)

Quinonez A., (2008) Introduction to Nanotechnology. Electronics and Advanced Technologies Austin Community College

R.M. Brown Jr,. (1985) Cellulose microfibril assembly and orientation: Recent developments. J. Cell Sci. 2,13-32

Ridjanović, Midhat. PhD, July (2013) "Naive Translation Equivalent". Translation Journal. Volume 17, No. 3, http://translationjournal.net/journal/65naive.htm,

Shoda, M. & Y. Sugano (2005) Recent advances in bacterial cellulose production. Biotechnology and Bioprocess Engineering

Sirait, S. (2003) Bleaching Module. Training and Development Centre. Porsea : PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Anonim, 2003. Bleaching Plant. Training and Development Centre. Porsea : PT. Toba Pulp Lestari, Tbk

Sjostrom, E. (1995) Kimia Kayu: Dasar – dasar dan Penggunaan. Jilid 2. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press

Stanley Falkow, Eugene Rosenberg, Martin Dworkin, Erko Stackebrandt (2006) The Prokaryotes: A Handbook on the Biology of Bacteria. hal.183-184. Singapore : Springer.

Sutarminingsih, Lilis (2004) Peluang Usaha Nata De Coco, Yogyakarta, Kanisius

T227 om-99

TAPPI T 240

TAPPI T221 cm-09

TAPPI T425 om-06

Tomi Ardiansyah (2006) Sifat Kimia Kayu

Wiley (2014) Nanocellulose Polymer Nanocomposite (Vijay Kumar Thakur, Penerjemah). Washington USA : Scrivener Publishing




DOI: http://dx.doi.org/10.46559/tegi.v9i1.3338

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Published By :

Jurnal Majalah Teknologi (TEGI)

Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung,
Prov. Lampung, Indonesia Post Code 35144 Phone (0721)706353  Email: baristandlampung@gmail.com

http://ejournal.kemenperin.go.id/tegi

Stamp of Originality | Plagiarism Prevention in Publishing