PENGARUH SENYAWA BOR PADA PROSES PEMBUATAN KAYU LAPIS TERHADAP KETEGUHAN REKAT DAN UJI BAKAR

Djoko Purwanto

Abstract


Penambahan senyawa bor (natrium tetraborat dan asam borat) pada proses pembuatan kayu lapis dengan cara pelaburan pada venir  face dan venir back sebanyak      2 kali dan 4 kali ulangan. Konsentrasi 30%, 40% dan 50%. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperlambat proses pembakaran atau mengurangi nilai uji bakar pada kayu lapis.  Penelitian menunjukkan pelaburan venir sebanyak 4 kali menggunakan senyawa bor dengan konsentrasi 50% dapat memperlambat pembakaran atau menurangi nilai uji bakar sebesar 18,15%.  Penambahan konsentrasi dan jumlah pelaburan berpengaruh sangat nyata terhadap retensi dan uji bakar, namun tidak mempengaruhi pada kadar air dan keteguhan rekat kayu lapis.


Full Text:

PDF

References


Anonim, 1975. Annual Book of American Society for Testing and Material (ASTM) Standards. Part.22. Wood Adhesives.

Balitbang Industri, 2004. Teknologi Proses Memperlambat Proses Perambatan Api pada Kayu Lapis. Laporan (tidak dipublikasikan) Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Banjarbaru.

DSN, 1994. Pengawetan Kayu untuk Rumah dan Gedung. SNI. 03-3528-1994. Dewan Standardisasi Nasional, Jakarta

DSN, D. 1992. Kayu Lapis untuk Penggunaan Umum. SNI. 01-2704-1992. Dewan Standardisasi Nasional, Jakarta

Hunt GM dan Garrat GA, didalam Jusuf. M, 1996. Pengawetan Kayu. Edisi Pertama. Akademiaka Pressindo, Jakarta

Sudjana, 1995. Disain dan Analisis Eksperimen. PT. Tarsito, Bandung




DOI: http://dx.doi.org/10.24111/jrihh.v1i2.872

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




JRIHH INDEXED BY :

       
       


Published by BARISTAND INDUSTRI BANJARBARU (E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400).

 Creative Commons License