PEMBUATAN BRIKET ARANG TEMPURUNG SAWIT DENGAN PERLAKUAN WAKTU PENGARANGAN DAN KONSENTRASI PEREKAT

Djoko Purwanto

Abstract


Limbah tempurung sawit dapat dimanfaatkan untuk keperluan bahan bakar dalam bentuk briket arang. Tulisan ini mempelajari pembuatan briket arang dari limbah tempurung sawit dengan perlakuan waktu pengarangan dan konsentrasi perekat. Prosedur penelitian meliputi pengeringan limbah tempurung sawit secara alami. Pengarangan dalam suhu 600 OC. Waktu pengarangan yaitu 2 jam; 3 jam dan 4 jam. Arang dihancurkan dan disaring dengan kehalusan 7 mesh. Arang serbuk dicampur perekat kanji dengan konsentrasi 2,5% dan 5%. Dicetak dalam ukuran diameter 3 cm dan tinggi 7 cm. Dilakukan penekanan dengan tekanan 3 ton. Briket arang dikeringkan secara alami dan diuji kualitasnya dengan metode uji Badan Standardisasi Nasional (1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada waktu pengarangan 2 jam dan konsentrasi perekat 5% dengan menghasilkan kadar air 3,69 %, kadar abu 5,62 %, kadar karbon 69,13 %, kadar zat terbang 21,57 %, kadar sulfur negatif, nilai kalor 6488,36 kal/g, kerapatan 0,962 g/cm3 dan kuat tekan 5 kg/cm2. Kadar air, kadar abu dan nilai kalor memenuhi persyaratan standar briket arang kayu untuk bahan bakar (SNI.01 – 6235 - 2000). Perlakuan interaksi waktu pengarangan dan konsentrasi perekat berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kerapatan, kadar karbon, kadar zat terbang, dan nilai kalor.


Full Text:

PDF

References


Alpian., Prayitno, TA., Sutapa, GJP., & Budiadi. (2011). Kualitas Arang Kayu Gelam(Melaleuca cajuputi). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis. 2 (1), 141 – 152.

BSN. (1994).Analisis Kadar Air Total Contoh Batubara. Standar Nasional Indonesia (SNI). 13 – 3476 - 1994. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

BSN. (1994). Analisis Kadar Abu Contoh Batubara. Standar Nasional Indonesia (SNI).13-3478-1994.Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

BSN. (1994). Analisis Kadar Karbon Contoh Batubara.Standar Nasional Indonesia (SNI). 13-3479-1994. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

BSN.(1994). Analisis Kadar Belerang Contoh Batubara. Standar Nasional Indonesia (SNI). 13 - 3481 - 1994. Jakarta : Badan Standarsisasi Nasional.

BSN. (1994). Analisis Kalori Contoh Batubara. Standar Nasional Indonesia (SNI). 13-3486 - 1994. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.

BSN. (2000). Briket Arang Kayu. Standar Nasional Indonesia (SNI).01 - 6235 - 2000. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional.

Habib, U. Habib, M., & Khan, A.U. (2014). Factors Influencing the Performance of Coal Briquettes. Walailak. J Sci & Tech. 11(1), 1 - 5.

Hendra. D. (2010). Pemanfaatan Eceng Gondok Untuk Bahan Baku Briket SebagaiBahan Bakar Alternatif. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 29 No. 2.189 - 210.

Indarti, (2001). Country Paper. Indonesia regional seminar on commercialization of biomass technology. 4-8 June, Guangzhou.

Nurwati, H. (2004). Sifat Fisik dan Mekanik Kayu. Pusat Penelitian Teknologi Hasil Hutan.Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Purwanto, D., 2011. Arang dari Limbah Tempurung Kelapa Sawit. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 29 (1): 57- 66.

Purwanto. D.,dan Sofyan. (2014). Pengaruh Waktu dan Suhu Pengarangan TempurungKelapa sawit Terhadap Kulaitas Briket Arang. Jurnal Litbang Industri.4 (1): 29-38.

Sudjana, (2002). Desain dan Analisis Eksperimen. Bandung : Penerbit PT.Tarsito.




DOI: http://dx.doi.org/10.24111/jrihh.v7i1.851

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




JRIHH INDEXED BY :

       
       


Published by BARISTAND INDUSTRI BANJARBARU (E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400).

 Creative Commons License