Imobilisasi Polutan Fe dan Pb dalam Limbah Oli Bekas dengan Solidifikasi/Stabilisasi

Monik Kasman, Suhendra Suhendra, Peppy Herawati, Salmariza Salmariza, Hariyanto Hariyanto, Fitri Yanti

Abstract


Lubricant waste is categorized as hazardous waste stated in government regulation (PP) 101/ 2014. It could dangers human being and environment. This problem can be addressed by solidification/stabilization process. In this work, lubricant waste was solidified/stabilized in a mixture of lubricant waste with cement as binder and silica sand into mortar sized of (5x5x5) cm. This study was aimed to investigate the influences of ratio of lubricant waste to water (ratio o/a) and curing time or age of mortar to the effectiveness of s/s process by testing mortar quality physically and chemically. The test includes compressive strenght test and leaching test (toxicity characteristic leaching procedure). The results showed compressive strenght value for mortar with the ratio o/a 0%:100%, 15%:85%, and 25%:75% in the age of mortar 7 days, 14 days, and 28 days was met the compressive strenght value qualification standardized by SNI-15-7064.2004 and ASTM C-150-02. The test of samples mortar leached using TCLP test method showed that the concentration of Pb and Fe for the ratio o/a 0%:100%, 15%:85%, dan 25%:75% and age of mortar 7 days, 14 days, and 28 days ranges 0,517x10-6 – 0,612x10-6 mg/L, and 0,174x10-6 – 0,780x10-6 mg/L respectively. The concentrations of Pb were less than the concentration of quality standard and pass the TCLP test defined by attachment of government regulation (PP) 101/2014.

ABSTRAK                       

Limbah oli bekas dikategorikan sebagai limbah B3 dalam PP 101 tahun 2014 yang berpotensi membahayakan makhluk hidup dan lingkungan. Solidifikasi/stabilisasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan limbah B3. Upaya ini dilakukan dengan proses solidifikasi/stabilisasi (s/s) limbah oli bekas dengan campuran semen dan pasir silika menjadi bentuk mortar berukuran (5x5x5) cm. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh rasio oli bekas terhadap air (o/a) dan umur mortar terhadap efektivitas proses s/s tersebut melalui uji kualitas mortar secara fisik dan kimia. Uji tersebut meliputi uji kuat tekan dan uji perlindian (toxicity characteristic leaching procedure). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan untuk rasio o/a 0%:100%, 15%:85% dan 25%:75% pada umur mortar 7 hari, 14 hari dan 28 hari memenuhi nilai kuat tekan yang ditetapkan oleh SNI-15-7064 2004 dan ASTM C-150-02. Uji perlindian sampel mortar untuk rasio o/a 0%:100%, 15%:85% dan 25%:75% pada umur mortar 7 hari, 14 hari, dan 28 hari menunjukkan bahwa konsentrasi Pb adalah berkisar 0,517x10-6 – 0,612x10-6 mg/L, dan konsentrasi Fe berkisar 0,174x10-6 – 0,780x10-6 mg/L. Konsentrasi Pb kurang dari konsentrasi baku mutu atau dapat dikatakan lolos uji TCLP lampiran PP 101 tahun 2014.


Keywords


lubricant waste; solidification/stabilization; ratio o/a; compressive strenght; TCLP

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


ASTM. ASTM Standards C 150-02 – Standard Specification for Portland Cement. USA

BSN. 2002. SNI 03-6825-2002 tentang metode pengujian kekuatan tekan mortar semen portland untuk pekerjaan sipil. Jakarta.

BSN. 2004. SNI 15-7064-2004 tentang semen portland komposit. Jakarta.

Fitriawan, D. 2010. Studi pengelolaan limbah padat dan limbah cair PT X-Pasuruan sebagai upaya penerapan proses produksi bersih. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Ismanto. 2010. Penelitian kinerja residu oli bekas, aspal minyak, dan minyak tanah (ROB-50) sebagai bahan peremaja pada daur ulang jalan aspal. Abstrak Skripsi Universitas Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id/opac/themes/green/detail.jsp?id=20238751&lokasi=lokal.

Kemenkes. 2010. Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah berbahaya dan beracun. Jakarta.

Spence, R.D., Shi, C. 2005. Stabilization and solidification of hazardous, radioactive and mixed wastes. Boca Rotton: CRC Press.

USEPA. 1986. Handbook stabilization/ solidification of hazardous waste. USA.

Voglar, G. E. & Leˇstan, D. 2011. Efficiency modeling of solidification/stabilization of multi-metal contaminated industrial soil using cement and additives. Journal of Hazardous Materials, 192: 753– 762.

Wang, X., Fenga, C.W.N., Anderson, Y. Xing, L., Shang. 2012. Remediation of mercury contaminated sites — a review,

J. Hazard. Mater. 221–222: 1–18.

Wijaya, A., Rahardjo, D.W.P.P. 2012. Pemanfaatan oli bekas sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar cair (BBC) dengan metoda catalytic cracking dengan menggunakan katalis modernite. Semarang: Universitas Diponegoro.

Zain, A. M., Shaaban, G., & Mahmud, H. 2014(1). Leachability of metal ions in TCLP leachate of solidified petroleum sludge. Key Engineering Material, 595: 1094–1098.

Zain, A. M., Shaaban, G., & Mahmud, H. (2014(2)). Leachability of Solidified Petroleum Sludge. Advanced Material Research, 917: 123–133.




DOI: http://dx.doi.org/10.24960/jli.v6i2.1487.127-134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Monik Kasman


Our journal indexed by:




Copyright © Baristand Industri Padang, 2015. Powered By OJS

Theme design credited to MEV edited by JLI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License