PEMBUATAN BIOFOAM BERBAHAN DASAR AMPAS TEBU DAN WHEY

Linda Hevira, Dinda Ariza, Azimatur Rahmi

Abstract


Biofoam merupakan kemasan alternatif pengganti styrofoam berbahan dasar pati dengan tambahan serat untuk memperkuat struktur fisis mekanis. Biofoam dirancang sebagai alternatif kemasan makanan yang dapat didegradasi  karena bahan baku pembuatannya bersumber dari bahan nabati yang mudah diuraikan oleh mikroba di dalam tanah, sehingga menjadikannya kemasan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengetahui properti biofoam yang dihasilkan dari limbah pengolahan keju yaitu whey sebagai protein dan ampas tebu sebagai reinforce struktur. Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari pembuatan Bioform menggunakan metoda baking process, kemudian dilanjutkan dengan karakterisasi bioform yang dihasilkan. Pembuatan biofoam terdiri dari 5 formula dimana berat whey untuk setiap formula divariasikan dan formula terbaik yang dihasilkan dilanjutkan dengan menambahkan variasi PVA (polivinil alcohol) untuk menghasilkan sifat elastis pada bioform. Biofoam yang dihasilkan memiliki permukaan sedikit kasar, warna beragam seperti putih kecoklatan, putih dan putih pucat serta aroma susu. Uji daya serap air dengan hasil 0,045%-0,11%, uji biodegrability dengan formula II + PVA 2% dan 3% yang terurai sempurna dalam waktu 3 minggu dan formula II yang hampir terurai sempurna, uji foto optik yang memperlihatkan permukaan rata dan ketebalan 0,2 - 0,3 mm.


Keywords


Whey, serat ampas tebu, biofoam, baking process, biodegrability

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah, A. (2018) ‘Biodegradable Foam dari Bonggol Pisang dan Ubi Nagara sebagai Kemasan Makanan yang Ramah Lingkungan (Biodegradable Foam Derived from Musa acuminate and Ipomoea batatas L. as an Environmentally Friendly Food Packaging)’, Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 10(1), pp. 33–42.

Etikaningrum, N. et al. (2018) ‘Pengaruh Penambahan Berbagai Modifikasi Serat Tandan Kosong Sawit Pada Sifat Fungsional Biodegradable Foam’, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 13(3), p. 146. doi: 10.21082/jpasca.v13n3.2016.146-155.

Furqon, Z. and Aulia, H. N. (2019) ‘Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Fraksi Naphtha Sebagai Bahan Baku Alternatif Petrokimia’, Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan, (April), pp. 1–7. Available at: http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/kejuangan/article/view/2853.

Hendrawati, N., Dewi, E. N. and Santosa, S. (2019) ‘Karakterisasi Biodegradable Foam dari Pati Sagu Termodifikasi dengan Kitosan Sebagai Aditif’, Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan, 3(1), p. 47. doi: 10.33795/jtkl.v3i1.100.

Hidayati, S., Zulferiyenni and Satyajaya, W. (2019) ‘Optimasi Pembuatan Biodegradable Film Dari Selulosa Limbah Padat Rumput Laut Eucheuma cottonii Dengan Penambahan Gliserol , Optimization of Biodegradable Film from Cellulosa of Seaweed Solid Waste Eucheuma cottonii with Addition of Glycerol , Chitosan , C’, Jphpi, 22(2), pp. 340–354.

Irawana, C., & Aliaha, A. (2018) ‘Biodegradable Foam dari Bonggol Pisang dan Ubi Nagara sebagai Kemasan Makanan yang Ramah Lingkungan’, Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 10(1), p. 33.

Al Mukminah, I. (2019) ‘Bahaya Wadah Styrofoam dan Alternatif Penggantinya’, Farmasetika.com (Online), 4(2), pp. 32–34. doi: 10.24198/farmasetika.v4i2.22589.

Nurfitasari, I. (2018) ‘Pengaruh Penambahan Kitosan dan Gelatin terhadap Kualitas Biodegradable Foam Berbahan Baku Pati Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus).’, Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Nursiwi, A. et al. (2015) ‘Fermentasi Whey Limbah Keju Untuk Produksi Kefiran Oleh Kefir Grains’, Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 8(1), pp. 37–45. doi: 10.20961/jthp.v0i0.12794.

Paramita, M. P., Eni Budiyati, S. T., & Eng, M. (2019) ‘Pengaruh Variasi Waktu dan Suhu Proses Thermopressing Pada Pengembangan Biodegradable Foam Berbasis Tapioka dan α-Selulosa Kulit Singkong’, (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Rachman, N., Ogi, P. (2016) ‘Analisa Laju Korosi pada Pump Impeller di Industri Pertambangan Batu Bara.’, Jurnal Teknik Mesin Mercu Buana, 5(1), pp. 7–13.

Rambe, M. A. A., Fauzi, F. and Khanifa, S. (2016) ‘Jurnal Teknologi Kimia Unimal Pemanfaatan Limbah Serat Ampas Tebu ( Saccharum officinarum ) Sebagai Bahn Baku Genteng Elastis’, Jurnal teknologi Kimia UNIMAL, 2(November), pp. 61–74.

Ritonga, A. (2019) ‘Pembuatan dan Karakterisasi Biofoam Berbasis Komposit Serbuk Daun Keladi yang Diperkuat oleh Polivinil Asetat (PVAc)’, [Universitas Sumatera Utara]. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/20186.

Sofiana, A. R., Widyantini, I. N. (2015) ‘Pengaruh Penambahan Magnesium Stearat Dan Jenis Protein Pada Pembuatan Biodegradable Foam Dengan Metode Baking Process’, Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 4(2), pp. 34–39.




DOI: http://dx.doi.org/10.24817/jkk.v43i2.6718

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Azimatur - Rahmi

Jurnal Kimia dan Kemasan is indexed by:

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.