ANALISIS KEKUATAN LENTUR DAN KEKUATAN TEKAN BALOK LAMINASI BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) DAN SERAT KELAPA SEBAGAI KOMPONEN KONSTRUKSI KAPAL

Parlindungan Manik, S Samuel, Muhammad Ariq Fikri Kamil, Tuswan Tuswan

Abstract


Balok laminasi terbentuk dari dua material atau lebih yang mempunyai sifat berbeda. Laminasi bambu merupakan salah satu solusi untuk mengembangkan suatu material agar memiliki struktur yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arah laminasi bambu terhadap kekuatan lentur dan kekuatan tekan pada balok laminasi bambu. Metode yang dilakukan merupakan pengujian eksperimental dengan menguji kekuatan lentur dan tekan. Pengujian balok mengacu pada SNI 03-3958-1995 dan SNI 03- 3959-1995. Balok laminasi yang akan diuji memiliki nilai kadar air dibawah 13% sesuai dengan ketentuan pengujian dan memiliki berat jenis antara 0,58-0,69 g/cm3. Balok laminasi dengan variasi arah 0˚/90˚ mempunyai kekuatan lentur sebesar 74,44 MPa dan mempunyai kekuatan tekan 55,36 MPa. Laminasi dengan variasi arah bersilangan +45˚/-45˚ memiliki nilai kekuatan lentur sebesar 55,34 MPa dan kekuatan tekan 65,57 MPa. Variasi susunan arah bersilangan 0˚/90˚ memiliki kekuatan lentur yang lebih baik dibandingkan dengan variasi arah bambu bersilangan +45˚/-45˚, sedangkan untuk pengujian tekan, variasi susunan arah bersilangan +45˚/-45˚ memiliki hasil pengujian yang lebih besar. Hasil pengujian tekan dan lentur untuk kedua variasi tergolong dalam kelas kuat Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) yang berbeda, variasi arah bambu bersilangan 0˚/90˚ tergolong dalam kelas kuat II untuk pengujian lentur dan kelas kuat II untuk pengujian tekan, sedangkan untuk variasi arah bambu bersilangan +45°/-45° tergolong dalam kelas kuat III untuk pengujian lentur dan kelas kuat I untuk pengujian tekan. 


Keywords


komposit, bambu laminasi, uji tekan, uji lentur

Full Text:

PDF

References


Yi, X. S., Du, S. & Zhang, L. Composite materials engineering. Composite Materials Engineering vol. 2 (Chemical Industry Press, 2017).

Hastuti, S., Pramono, C. & Akhmad, Y. Sifat Mekanis Serat Enceng Gondok Sebagai Material Komposit Serat Alam Yang Biodegradable. J. Mech. Eng. 2, 22–28 (2018).

Rini, D. S. Sifat Fisika Bambu Petung (Dendrocalamus asper (Schult. f.) Backer ex Heyne) dari KHDTK (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) Senaru Berdasarkan Posisi Aksial. J. Belantara 1, 101–106 (2018).

Rassiah, K. & Ahmad, M. M. H. Bamboo, thermoplastic, thermosets, and their composites: a review. Appl. Mech. Mater. 330, 53–61 (2013).

Rindo, G., Manik, P., Jokosisworo, S., Putri, C. & Wilhelmina, P. Effect analysis of the direction of fiber arrangement on interfaces of laminated bamboo fiber as a construction material for wood vessel hulls. in AIP Conference Proceedings vol. 2262 30002 (American Institute of Physics, 2020).

Manik, P., Suprihanto, A., Sulardjaka & Nugroho, S. Technical analysis of increasing the quality of apus bamboo fiber (Gigantochloa apus) with alkali and silane treatments as alternative composites material for ship skin manufacturing. in AIP Conference Proceedings vol. 2262 50014 (AIP Publishing LLC, 2020).

Ansell, M. P. Natural fibre composites in a marine environment. in Natural Fibre Composites: Materials, Processes and Applications 365–374 (Elsevier, 2013). doi:10.1533/9780857099228.3.365.

Arsyad, M., Arsyad Suyuti, M., Farid Hidayat, M. & Sahi Pajarrai, A. Pengaruh Variasi Arah Susunan Serat Sabut Kelapa Terhadap Sifat Mekanik Komposit Serat Sabut Kelapa. J. Tek. Mesin Sinergi 12, 101–113 (2014).

Jenarthanan, M. P., Marappan, K. & Giridharan, R. Evaluation of mechanical properties of e-glass and aloe vera fiber reinforced with polyester and epoxy resin matrices. Pigment Resin Technol. 48, 243–248 (2019).

Manik, P., Sisworo, S. J. & Rindo, G. Technical and economic analysis of the usages glued laminated of Apus and petung bamboo as an alternative material component of timber shipbuilding. in Materials Today: Proceedings vol. 13 115–120 (Peer Review dll, 2019).

Manik, P., Jokosisworo, S., Rindo, G. & Mahardika, M. H. The Analysis of Size and Arrangement Effects of Petung Bamboo Split Fiber to the Matrix Interface Bond with Laminated Bamboo Split Fiber as Construction Materials for Wooden Vessels. Int. J. Innov. Technol. Explor. Eng. 9, 3432–3438 (2020).

SNI 03-3959. Metode pengujian kuat lentur kayu di laboratorium. Badan Standar Nas. Indones. 1–9 (1995).

Yang, D. et al. Mechanical properties of laminated bamboo under off-axis compression. Compos. Part A Appl. Sci. Manuf. 138, 106042 (2020).

Manik, P., Samuel, S. & Prasetyo, D. A. Analisa Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Lentur Balok Laminasi Kombinasi Bambu Petung Dan Bambu Apus Untuk Komponen Kapal Kayu. Kapal 13, 142 (2017).

Manik, P., Sisworo, S. J., Rindo, G. & Kamal. Technical and economic analysis of the usages glued laminated of Apus and petung bamboo as an alternative material component of timber shipbuilding. in Materials Today: Proceedings vol. 13 115–120 (Elsevier, 2019).

Mulyawan, A. S., Wibi Sana, A. & Kaelani, Z. Identification of Physical and Thermal Properties of Cellulosic Fibers for Synthesis of Composite. Arena Tekst. 30, 75–82 (2015).

Mutia, T., Risdianto, H., Sugesty, S., Hardiani, H. & Kardiansyah, T. Serat Dan Pulp Bambu Tali (Gigantochloa apus) Untuk Papan Serat. Arena Tekst. 31, 63–74 (2017).

Abdul Khalil, H. P. S. et al. Bamboo fibre reinforced biocomposites: A review. Materials and Design vol. 42 353–368 (2012).




DOI: http://dx.doi.org/10.31266/at.v37i1.7701

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Arena Tekstil indexed by:

Science and Technology Index  Dimensions

 Garba Rujukan Digital (GARUDA)


Copyright Arena Tekstil (E-ISSN: 2548-7264, P-ISSN: 0518-4010)

Published by: BALAI BESAR TEKSTIL, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 390, Bandung.

Creative Commons License