KARAKTERISASI SERAT AMPAS TEBU (BAGASSE) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TERBARUKAN

Mella Novia, A. Ibrahim Makki, Naufal Arafah

Abstract


Prioritas Riset Nasional (PRN) memprioritaskan riset yang berfokus terhadap rekayasa keteknikan dengan salah satu poinnya pengembangan teknologi serat, tekstil, dan produk tekstil, yaitu produk serat, tekstil yang bernilai tambah dan ramah lingkungan. Dewasa ini ampas dari sisa pengolahan tebu seringkali kurang dimanfaatkan maksimal terutama dalam bidang TPT. Studi ini akan membahas perbandingan sifat mekanik dan komposisi kimia serat ampas tebu (bagasse) sebelum diekstraksi dengan serat lignoselulosa lain yang bersumber dari batang tanaman, seperti jute dan flax, serta penggunaan serat ampas tebu (bagasse) sebagai alternatif bahan baku TPT terbarukan. Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik, komposisi kimia, dan morfologi serat ampas tebu meliputi uji kehalusan serat, panjang berkas serat batang, kekuatan tarik dan mulur, kelembaban serat, morfologi serat, dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil pengujian sifat mekanik serat ampas tebu untuk pengujian kehalusan serat didapatkan nilai kehalusan serat sebesar 65,78 tex, panjang berkas serat sebesar 95,25 mm, pengujian kekuatan tarik dan mulur dengan menggunakan Instron diperoleh hasil kekuatan tarik sebesar 2 g/denier, mulur serat sebesar 9,47%, moisture content sebesar 0,331%, dan moisture regain sebesar 0,333%. Komposisi kimia berdasarkan hasil uji FTIR pada serat ampas tebu yaitu gugus O-H, C-H, C=C, dan =C-O-C. Nilai kehalusan serat ampas tebu (bagasse) tidak memenuhi syarat serat untuk dapat dipintal menggunakan ring spinning, sehingga jika serat melewati proses pemintalan akan menghasilkan kain yang kurang nyaman. Oleh karena itu, serat ampas tebu tidak disarankan untuk dijadikan bahan baku alternatif pemintalan dari serat alam atau tekstil sandang, tetapi lebih cocok untuk penggunaan tekstil non sandang, seperti peredam suara atau serat penguat material komposit.


Keywords


serat ampas tebu, sifat mekanik serat, komposisi kimia serat, bahan baku TPT terbarukan

Full Text:

PDF

References


Riset, M., Tinggi, D. A. N. P. & Indonesia, R. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2019 tentang Prioritas Riset Nasional Tahun 2020-2024. Kemenristekdikti (2019).

Kanimozhi, M. Investigating the Physical Characteristics of Sansevieria trifasciata Fibre. Int. J. Sci. Res. Publ. 5, 369–372 (2015).

Novarini, E. & Sukardan, M. D. The Potency of Ramie Fiber (Boehmeria Nivea S . Gaud) Technical Textile Industries. Arena Tekstil. 30, 113–122 (2015).

Arafah, N., Noerati, N., & Sugiyana, D. Karakterisasi Limbah Serat Rami (Boehmeria Nivea) sebagai Alternatif Bahan Baku Tekstil dan Produk Tekstil Terbarukan. Prosiding Seminar Nasional Tekstil (2020).

Yudo, H. & Jatmiko, S. Analisa Teknis Kekuatan Mekanis Material Komposit Berpenguat Serat Ampas Tebu (Bagasse) Ditinjau Dari Kekuatan Tarik Dan Impak. Kapal 5, 95–101 (2012).

Pramono, C., Widodo, S. & Ardiyanto, M. G. Karakteristik Kekuatan Tarik Komposit Berpenguat Serat Ampas Tebu Dengan Matriks Epoxy. J. Mech. Eng. 3, 1–7 (2019).

Noerati, J. Juhana, Iriani, S. & Kurniawan. Isolasi limbah ampas batang tebu (sugarcane bagasse) sebagai bahan baku alternatif selulosa. 18–26 (2018).

Tulis, K., Iswanto, A. H., Kehutanan, D., Pertanian, F. & Utara, U. S. Papan Partikel Dari Ampas Tebu. (2009).

Jumaeri., Wagimun., Jufri, R., Djamhir, O., & Gani, H., Pengetahuan Barang Tekstil. Institut Teknologi Tekstil. (1977).

P, Soeprijono., Poerwanti., Widayat., & Jumaeri. Serat-Serat Tekstil. Institut Teknologi Tekstil. (1973).

Pawitro., Teknologi Pemintalan (Bagian Pertama). Institut Teknologi Tekstil. (1973).

Cholifah, S. Penggunaan Metode FTIR (Fourier Transform Infra Red) untuk Studi Analisis Gugus Fungsi Sampel Minyak Goreng dengan Perlakuan Variasi Pemanasan. (2009).

Anam, C., Sirojudin. & Firdaus, K. S. Analisis Gugus Fungsi pada Sampel Uji, Bensin dan Spiritus Menggunakan Metode Spektroskopi FTIR. Berkala Fisika. 10, 79-89 (2007).

Dachriyanus. Analisis Struktur Senyawa Organik Secara Spektroskopi. (2004).

Napitupulu, L.O.Br. Kajian Proses dan Karakterisasi Kain Tenun Serat Alami Tanaman Lidah Mertua (Sansvieria trifasciata P.). Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Vol.7, No.2. (2019).

PK. Das, D.N. Machinery for Extraction and Traditional Spinning of Plant Fibres. Indian Journal of Traditional Knowledge (2008).

Sukardan, M. D., Natawijaya, D., Prettyanti, P., Cahyadi. & Novarini, E. Karakterisasi Serat dari Tanaman Biduri (Calotropis Gigantea) dan Identifikasi Kemungkinan Pemanfaatannya sebagai Serat Tekstil. 51–62 (2017).

Wanti Ria, Dzulfikar, H., Rudy R. Ekstraksi dan Karakterisasi Serat Alam dari Daun Sansevieria Laurenti dan Sansevieria Zeylinic. Texere Vol. 18 (2020).

Noerati, S. Teknologi Tekstil: Bahan Ajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (2013).

Fajariyah, L. S. Analisa Kandungan Alkohol pada Produk Cologne Bayi. (2019).

Morán, J. I., Alvarez, V. A., Cyras, V. P. & Vázquez, A. Extraction of cellulose and preparation of nanocellulose from sisal fibers. Cellulose 15, 149–159 (2008).

Suryanto, H. Review Serat Alam : Komposisi, Struktur, Dan Sifat Mekanis. NASPA J. 42, 1 (2016).

Hermiati, E., Mangunwidjaja, D., Sunarti, T. C. & Suparno, O. Pemanfaatan biomassa lignoselulosa ampas tebu untuk produksi bioetanol. J. Penelit. dan Pengemb. Pertan. 29, 121–130 (2017).




DOI: http://dx.doi.org/10.31266/at.v37i1.7308

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Arena Tekstil indexed by:

Science and Technology Index  Dimensions

 Garba Rujukan Digital (GARUDA)


Copyright Arena Tekstil (E-ISSN: 2548-7264, P-ISSN: 0518-4010)

Published by: BALAI BESAR TEKSTIL, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 390, Bandung.

Creative Commons License