POTENSI TAMARIN LOKAL SEBAGAI PENGGANTI TAMARIN KOMERSIAL DAN EMULSI PADA PENCAPAN POLIESTER

Ima Winaningsih, Amaliya Sita P, Jamal Adi Prasetyo

Abstract


 

Tepung tamarin dari biji asam jawa berpotensi sebagai pengental pada pencapan poliester, namun belum banyak digunakan. Umumnya kebutuhan pengental tamarin dipenuhi dengan impor atau digantikan dengan pengental emulsi. Penelitian ini bertujuan menganalisa karakteristik dari tepung tamarin, karakteristik dari pengental (tamarin lokal, tamarin komersial, dan emulsi) serta pengujian dan evaluasi hasil cap. Penelitian ini dimulai dengan membuat tepung tamarin (tamarin lokal), membuat pasta cap dari pengental tamarin lokal, tamarin komersial dan emulsi, kemudian melakukan proses printing dengan termofiksasi suhu 200°C selama 1 menit selanjutnya hasil cap dilakukan pengujian dan evaluasi. Tepung tamarin yang dihasilkan memiliki warna putih keabu – abuan, berbau khas tepung, MR 0,25%, hasil FT IR memiliki gugus yang relatif sama dengan tamarin komersial. Hasil cap dari ketiga pengental memiliki kerataan yang baik dan warna permanen. Viskositas yang dihasilkan tamarin lokal 12.000 cPs merupakan viskositas optimum pencapan poliester. Hasil pengujian dan evaluasi ketahanan luntur warna pada pengental tamarin lokal, tamarin komersial dan emulsi masing – masing terhadap gosokan (3-4, 4-5, 4-5), pencucian (semua 4-5), panas penyetrikaan (5, 4-5, 4). Pada analisa ketuaan warna dan perbedaan warna dengan spektrofotometer didapatkan warna hasil cap menggunakan tamarin lokal memiliki kemiripan dengan tamarin komersial dibandingkan dengan emulsi. Warna yang dihasilkan tamarin lokal paling tua diantara ketiganya. Tepung tamarin lokal dapat dijadikan pengental tekstil pada pencapan poliester dan berpotensi sebagai bahan pengganti tamarin komersial (impor) dan pengental emulsi.


Keywords


tamarin; emulsi; pengental; pencapan poliester

Full Text:

PDF

References


Anonim. Tamarin (sampalok) Fruit Processing. (online). http// Tamarindtamarin-sampalok-fruitprocessing, diakses 5 maret 2018. (2006).

Anonim. Biji Asam Dikembangkan Menjadi Pengental Tekstil. (online).(online). http://news.liputan6.com/read/185250/biji-asam-dikembangkan-menjadi-pengental-tekstil, diakses 28 Februari 2018.(2007).

Badan Pusat Statistik. Indikator Pertanian Agricultural Indicator 2015/2016. Katalog 5102001. Jakarta. (2016).

Gursharan, Kaul, et. aI. Tamarin Date of India. Punjab: Science Tech. Entrepreneur. (2006).

Kumar, Candini.S. dan Bhattacharya, Sila.Tamarind Seed: Properties, Processing and Utilization.Grain Science and Technology Departement, Central Food Technological Research Institute, Mysore. (2008).

Mayasari,V. Pengaruh Anti Migran Terhadap Hasil Pencapan Poliester. Tugas AkhirBelum dipublikasikan Bandung: Politeknik Negeri Bandung. (2017).

Minolta, Konica. Komunikasi warna presisi “control warna dari persepsi ke instrument”. (online). http:/konicaminolta.com/instruments/about/network, diakses 9 November 2018. (2016).

Mutia, T. Optimasi Penggunaan Tamarin Lokal pada Pencapan Poliester. ArenaTekstil, 24 (2), 60-112 (2009)

Rao, Saideswara Y. dan Mathew, Mary K. Tamarind. Indian Cardamom Research Institute. (2005).

Rosyida, A & Achadi, Didik. Pemanfaatan Daun Jati Muda Untuk Pewarnaan Kain Kapas Pada Suhu Kamar. Arena Tekstil, 29 (2), 60-112 (2009).

Soebagio, S. B., Soares, J. S., Indraswati, N & Kurniawan, Y. Ekstraksi Polisakarida Pada Biji Tamarind (Tamarindus Indica L). Widya Teknik, 14 (2), ISSN 1412-7350 (2014).

Sunarto. Teknik Pencelupan dan Pencapan, 3 . Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. (2008).

V.Gupta, R.Puri, S.Gupta, S.Jain, G.K.Rao. Tamarind Kernel Gum An Upcoming Natural Polysaccharide. Al-ameen College of PHarmacy Bangalore, India. (2009).




DOI: http://dx.doi.org/10.31266/at.v34i1.4481

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Arena Tekstil indexed by:

Science and Technology Index  Dimensions

 Garba Rujukan Digital (GARUDA)


Copyright Arena Tekstil (E-ISSN: 2548-7264, P-ISSN: 0518-4010)

Published by: BALAI BESAR TEKSTIL, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 390, Bandung.

Creative Commons License