APLIKASI EKSTRAK BIJI PINANG (Areca Catechu L) SEBAGAI ZAT ANTIBAKTERI PADA KAIN KAPAS

Rr. Srie Gustiani, Wulan Septiani, Cica Kasipah

Abstract


Kepedulian masyarakat mengenai kesehatan semakin berkembang, dibuktikan dengan banyaknya penelitian mengenai antibakteri khususnya pada material tekstil. Penambahan finishing agent antibakteri pada kain kapas akan mencegah tumbuhnya bakteri yang akan menimbulkan bau, gatal, dll pada kulit yang bersentuhan langsung dengan kain. Pada penelitian ini dilakukan penambahan zat aktif antibakteri dari ekstrak biji pinang pada kain kapas. Kain kapas antibakteri ini dibuat dari kain kapas yang dilapisi larutan ekstrak biji pinang (variasi konsentrasi 1 g/l, 5 g/l dan 10 g/l) dan binding agent (variasi jenis agent polivinil alkohol, poliuretan dan binder 722). Proses pelapisan dilakukan menggunakan metoda rendam peras-pemanasawetan (pad-dry-cure) dan hasil proses dibandingkan dengan kain kapas blanko. Karakterisasi pada kain hasil proses meliputi pengamatan morfologi (SEM), analisa gugus fungsi (FTIR) dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa pinang dapat digunakan sebagai antibakteri pada kain kapas, berdasarkan hasil uji antibakteri. Binder 722 merupakan crosslinking agent yang paling baik untuk mengikat pinang pada kain, hal ini dapat dilihat dari efektivitas dan durabilitasnya dalam mencegah pertumbuhan bakteri. Setelah 9 kali pencucian rumah tangga, efisiensi pencegahan pertumbuhan bakteri E. coli hanya menurun dari 99,5% menjadi 97,4% dan S. aureus menurun dari 95,1% menjadi 92,2%. Dari hasil SEM kain tanpa pinang terlihat tidak ada partikel yang menempel. Semakin besar konsentrasi ekstrak pinang, maka makin banyak pinang yang menempel pada kain. Dari hasil uji FTIR dapat dilihat adanya puncak serapan pada pangan gelombang 1579 dan 1502 cm-1, yang menunjukkan adanya pinang yang menempel pada kain yang telah diproses.


Keywords


tekstil; antibakteri, kain kapas, pinang

Full Text:

PDF

References


Ganiswarna. G Sulistia. Farmakologi dan Terapi edisi 4 dan 5. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UI. Jakarta (1999).

Pelczar, Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Jakarta: Universitas Indonesia Press. (1988).

Rathinamoorthy R, Udayakumar S & Thilagavaty G, Int J Pharma Life Sci, 2 11-47. (2011)

Loper JE, Henkels MD, Roberts RG, Grove GG, Willett MJ and Smith TJ. Evaluation of streptomycin, oxatetracycline, and copper resistance of Erwinia amylovora isolated from pear orchards in Washington State. Plant Dis. 75: 287–290 (1999).

Davis J.. Inactivation of antibiotics and the dissemination of resistance gene. Science. 264:375–382. (1994).

Service RF. Antibiotics that resist resistance. Science. 270:724–727 (1995).

Chiu C.H., Wu T.L., Su L.H., Chu C., Chia J.H., Kuo A.J., Chien M.S. and Lin T.Y. The emergence in Taiwan of fluoroquinolone resistance in Salmonella enterica serotype Choleraesuis. N Engl J Med. 346: 413-419 (2002).

Boonmar S, Bangtrakulnonth A, Pornruangwong S, Samosornsuk S, Kaneko K and Ogawa M. Significant increase in antibiotic resistance of Salmonella isolates from human beings and chicken meat in Thailand. Vet Microbiol. 62: 73-80 (1998).

Davis M.A., Hancock D.D., Besser T.E., Rice D.H., Gay J.M., Gay C., Gearhart L. and DiGiacomo R. Changes in antimicrobial resistance among Salmonella enterica serovar Typhimurium isolates from humans and cattle in the Northwestern United States, 1982-1997. Emerg Infect Dis 5: 802-806 (1999).

Dwidjoseputro, Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan (2003).

IARC, Betel-quid and areca-nut chewing and some areca-nut derived nitrosamines. IARC Monogr. Eval. Carcinog. Risks Hum. 85, 1– 334 (2004).

Cordell GA. Bioderversity and drug discovery a symbiotic relationship. Phytochem. 55: 463– 480 (2000).

Harbone, J.B. Metode Fitokimia. Edisi ke-2. ITB. Bandung (1996).

Nonaka, G., 1989, Isolation and structure elucidation of tannins, Pure & Appl. Chem, 61 (3): 357-360 (1989).

Fine, A.M., 2000, Oligomeric Proanthocyanidin Complexes: History, Structure, and Phytopharmaceutical Applications, Altern Med Rev, 5(2):144-151 (2000).

Hernandez, N. E, Tereschuk, M. L., Abdala, L. R. Antimicrobial activity of flavonoids in medicinal plants from Tafı´ del Valle (Tucuma´n, Argentina). Journal of ethnofarmacology 73 (317-322) (2000).

Jussi-Pekka Rauha, J. P, et. al. Antimicrobial effects of Finnish plant extracts containing flavonoids and other phenolic compounds. International Journal of Microbiology 56 (3-12) (2000).




DOI: http://dx.doi.org/10.31266/at.v34i2.4341

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Arena Tekstil indexed by:

Science and Technology Index  Dimensions

 Garba Rujukan Digital (GARUDA)


Copyright Arena Tekstil (E-ISSN: 2548-7264, P-ISSN: 0518-4010)

Published by: BALAI BESAR TEKSTIL, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 390, Bandung.

Creative Commons License