Pengembangan Produk Gula Semut dari Aren dengan Penambahan Bubuk Rempah

Nanti Musita

Abstract


ABSTRAK: Hasil olahan gula aren umumnya dalam bentuk gula cetak. Pengolahan menjadi gula semut masih sangat terbatas. Tujuan penelitian mendapatkan teknologi proses yang dapat menghasilkan produk sesuai persyaratan mutu gula palma dan mengetahui jenis dan konsentrasi bubuk rempah-rempah yang dapat ditambahkan dan disukai panelis pada gula semut.Perlakuan penelitian ini adalah penambahan beberapajenisbubukrempah (jahe, kunyit, dan kencur) pada konsentrasi berbeda (1, 3, 5 % (b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mendapatkan gula semut yang bermutu dimulai dari menjaga mutu nira. Penambahan bubuk jahe, kunyit, dan kencur pada konsentrasi 1, 3, dan 5% berpengaruh terhadap warna, aroma, rasa gula semut yang dihasilkan. Panelis memberikan skor tertinggi (sangat suka) pada pemakaian bubuk jahe 1% dan memberikan skor terendah (agak suka) pada penambahan bubuk kencur 5%.

 

Kata Kunci: Gula semut, organoleptik, bubuk rempah

 

ABSTRACT: The results of processed palm sugar are generally in the form of block sugar. Processing into crystal sugar is still very limited. The research objective is to obtain process technology that can produce quality products and know the type and concentration of spice powder that can be added and preferred by panelists on crystal sugar. The treatment of this study was the addition of several types of spice powder (ginger, turmeric, and kencur) at different concentrations (1, 3, 5% (b b). The results showed that to get quality crystal sugar starts from maintaining the quality of the palm juice. The addition of ginger powder, turmeric, and kencur at concentrations of 1, 3 and 5% influence to the color, flavour, taste of the crystal sugar. Panelists give the highest score (very like) on the use of 1% ginger powder and give the lowest score (rather like) on the addition of 5% kencur powder.

  

Keywords: Palm crystal sugar, organoleptic, spices powder


Keywords


gula semut, organoleptik, bubuk rempah

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Baharuddin, Muin, M., & Bandaso, H.(2010). Pemanfaatan nira aren (Arengga pinnata Merr) sebagai bahan pembuatan gula putih kristal. Jurnal Perennial, 3(2), 40-43.

Badan Standardisasi Nasional. (1995). SNI 01-3743-1995, Persyaratan Mutu Gula Palma. BSN, Jakarta.

Erwinda, M.D & Susanto, H. (2014). Pengaruh pH nira tebu (Saccharum officinarum) dan konsentrasi penambahan kapur terhadap kualitas gula merah. Jurnal Pangan dan Agroindustri ,2(3), 54-64.

Fennema, O.R. (1985). Food Chemistry. Second Edition, Marcel Dekker Inc. New York and Base.

Febrianto, E. (2011). Studi kelayakan pendirian unit pengolahan gula semut dengan pengolahan sistem reprosesing pada skala industri menengah. Proceeding Lokakarya nasional Pemberdayaan Potensi Keluarga Tani untuk Pengentasan Kemiskinan, 6-7 Juli 2011, Hal.1-6.

Hayakawa, H., Minanyia, Y., Ito, K., Yamamoto, Y. & Fukuda, T. (2011). Difference of curcumin content in Curcuma longa L., (Zingiberaceae) caused by Hybridization with other Curcuma species. American Journal of Plant Sciences, .2(2),111–119.

Joseph, G.H & Layuk, P. 2012. Pengolahan gula semut dari aren. B. Palma, 13(1), 60 - 65

Kindangen, J.G. & Layuk, P. (2010). Analisis pendapatan dan sistem pemasaran peng-usahaan gula merah aren di Desa Wongkai dan Pangu, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Seminar Nasional Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian. Cisarua, 9-11 Desember 2010.

Maharani, D.M., Yulianingsih, R., Dewi, S.R., Sugiarto, Y. & Indriani, D.W. (2014). Pengaruh penambahan natrium metabisulfit dan suhu pemasakan dengan menggunakan teknologi vakum terhadap kualitas gula merah tebu. Agritech ,34(4), 365-373.

Mayumi. (2006). Teknologi dan Analisis Minyak Atsiri. Universitas Andalas Press, cetakan pertama. Padang

Musita, N., Oktiani. D., Indra, F., Herdalena & Antinar. (2015). Pengembangan Agroindustri Gula Aren Menunjang Ketersediaan Gula Nasional. Laporan Penelitian Baristand Industri Bandar Lampung.

Musita, N & Saptaningtyas, W.W.E. (2017). Pengaruh penambahan pengawet alami pada nira terhadap mutu gula aren. Seminar Nasional Ke 1 Tahun 2017 Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda. Samarinda, 20 Juli 2017.

Mustaufik & Haryanti, P. (2006). Evaluasi Mutu Gula Kelapa Kristal Yang Dibuat dari Bahan Baku Nira dan Gula Kelapa Cetak. Laporan Penelitian. Peneliti Muda Dikti Jakarta. Jurusan Teknologi Pertanian Unsoed. Purwokerto.

Mustaufik, Tobari, & Hidayat, N. (2014). Peningkatan mutu produksi dan pemasaran gula semut beriodium di koperasi serba usaha (KSU) Ligasirem Sumbang-Banyumas. Performance, 19(1):68-84

Naufalin, R & Herastuti, S.R. (2012). Pengawet Alami Pada Produk Pangan. Unsoed Press. Purwokerto.

Naufalin, R & Yanto, T. (2012). Pengaruh konsentrasi CaOH)2, jenis bahan pengawet alami dan lama simpan terhadap kualitas nira kelapa. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 12(2), 86-96

Naufalin, R., Yanto, T, & Sulistyningrum, A. (2013). Pengaruh jenis dan konsentrasi pengawet alami terhadap mutu gula kelapa. Jurnal Teknologi Pertanian, 14(3), 165-174.




DOI: http://dx.doi.org/10.32765/warta%20ihp.v36i2.5212

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Warta Industri Hasil Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Our journal indexed by:


Copyright © Balai Besar Industri Agro, 2018. Powered By OJS 

Theme design credited to MEV edited by Warta IHP

Creative Commons License   
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License