Implementasi Metode Uji Deoksinivalenol (DON) dalam Mie Kering dan Mie Basah

Yunita Rahmawati, Maman Rohaman, Neneng Dina Darlianti, Indri Novianti, Frita Sintani, Erica Natalia

Abstract


Mie kering merupakan salah satu komoditi yang akan diberlakukan SNInya secara wajib, salah satu parameter yang belum banyak dilakukan adalah penentuan Deoksinivalenol (DON) yang merupakan cemaran mikotoksin. Kadar DON sebagai zat kontaminan perlu diketahui, dibatasi dan diawasi, sehingga dilakukan penelitian mengenai implementasi metode uji Deoksinivalenol (DON) secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)dalam mie kering dan mie basah. Untuk membuktikan kesesuaian karakteristik metode terpilih, dilakukan validasi menggunakan matriks yang dianggap mewakili. Metode terpilih mempunyai koefisien korelasi linieritas diatas 0,995 pada rentang konsentrasi 10-1000 µg/kg. Nilai %RSD untuk presisi mie kering sebesar 0,38% < 2/3 RSD Horwitz (4,51%), dan %RSD untuk presisi mie basah sebesar 2,66% < 2/3 RSD Horwitz (4,52%). Reprodusibilitas dengan uji T didapatkan Thitung sebesar 0,25 pada mie kering dan 0,01 pada mie basah, Thitung < Ttabel maka Ho diterima dan reprodusibilitas dinyatakan tidak berbeda nyata. % Recovery untuk akurasi antara 83-101% dimana nilai tersebut sudah memenuhi syarat keberterimaan yaitu antara 40%-140%. Limit deteksi pengujian DON sebesar  0,02 mg/kg dan limit kuantitasi sebesar 0,06 mg/kg yang dihitung berdasarkan kurva kalibrasi standar, sedangkan untuk limit deteksi metode didapatkan hasil sebesar 0,02 mg/kg.

 

Mie kering merupakan salah satu komoditi yang akan diberlakukan SNInya secara wajib, salah satu parameter yang belum banyak dilakukan adalah penentuan Deoksinivalenol (DON) yang merupakan cemaran mikotoksin. Kadar DON sebagai zat kontaminan perlu diketahui, dibatasi dan diawasi, sehingga dilakukan penelitian mengenai implementasi metode uji Deoksinivalenol (DON) secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)dalam mie kering dan mie basah. Untuk membuktikan kesesuaian karakteristik metode terpilih, dilakukan validasi menggunakan matriks yang dianggap mewakili. Metode terpilih mempunyai koefisien korelasi linieritas diatas 0,995 pada rentang konsentrasi 10-1000 µg/kg. Nilai %RSD untuk presisi mie kering sebesar 0,38% < 2/3 RSD Horwitz (4,51%), dan %RSD untuk presisi mie basah sebesar 2,66% < 2/3 RSD Horwitz (4,52%). Reprodusibilitas dengan uji T didapatkan Thitung sebesar 0,25 pada mie kering dan 0,01 pada mie basah, Thitung < Ttabel maka Ho diterima dan reprodusibilitas dinyatakan tidak berbeda nyata. % Recovery untuk akurasi antara 83-101% dimana nilai tersebut sudah memenuhi syarat keberterimaan yaitu antara 40%-140%. Limit deteksi pengujian DON sebesar  0,02 mg/kg dan limit kuantitasi sebesar 0,06 mg/kg yang dihitung berdasarkan kurva kalibrasi standar, sedangkan untuk limit deteksi metode didapatkan hasil sebesar 0,02 mg/kg.

 


Keywords


Deoksinivalenol (DON); KCKT; mie dan validasi

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32765/warta%20ihp.v35i1.3788

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Warta Industri Hasil Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Our journal indexed by:


Copyright © Balai Besar Industri Agro, 2018. Powered By OJS 

Theme design credited to MEV edited by Warta IHP

Creative Commons License   
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License