Potensi Antibakteri Dari Vinegar Bambu Andong (Gigantochloa pseudoarundinaceae) and Ampel Bamboo (Bambusa vulgaris Scharad var.striata)

Ning Ima Arie Wardayanie, Yus Maria Novelina Sitorus

Abstract


Vinegar bambu adalah cairan transparan berwarna coklat kemerahan dengan aroma asap yang diperoleh dari kondensasi asap pada proses karbonisasi (pirolisis) bambu. Vinegar bambu mengandung 80-90% air dan campuran lebih dari 200 bahan organik seperti asam asetat, fenol dan aldehid. Secara umum senyawa tersebut berperan sebagai antimikroba, antioksidan, memberikan efek warna dan cita rasa khas asap pada produk asap.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari proses pembuatan vinegar bambu; (2) mempelajari proses pemurnian vinegar bambu dan karakteristiknya; dan (3) mengetahui potensi antibakteri vinegar bambu yang telah dimurnikan dari bambu andong dan bambu dan bambu ampel. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap pembuatan vinegar bambu kasar, pemurnian vinegar bambu dan penentuan potensi antibakteri vinegar bambu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemurnian vinegar bambu dengan metoda penyulingan dapat mengurangi kandungan senyawa berbahaya yang terdapat pada vinegar bambu kasar, terutama komponen tar dan PAH. Vinegar bambu mempunyai kadar BaP dan BaA berkisar antara tidak terdeteksi sampai 10 ppb serta kadar tar berkisar antara 0.1% - 0.4%. Vinegar bambu mempunyai aktivitas antibakteri terutama terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa vinegar dari bambu andong dan ampel dapat menghambat Staphylococcus aureus mulai konsentrasi 5%, sedangkan pada bakteri lain seperti Esherichia coli, Aalmonella dan Pseudomonas lebih efektif pada konsentrasi yang lebih tinggi. Dari hasil pengujian tersebut dapat terlihat bahwa aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh kadar asam dan kadar fenol. Semakin tinggi kadar asam dan kadar fenol maka aktivitas antibakteri cenderung semakin besar. Selain itu aktivitas antibakteri juga mungkin dipengaruhi oelh efek sinergisitas asam dan fenol.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa vinegar bambu yang dimurnikan dengan cara penyulingan, dapat mengurangi kadar tar dan PAH, dan dapat meningkatkan kadar asam dan fenol, yang berperan dalam aktivitas antibakteri. Vinegar yang dipirolisis pada suhu 200 C - 400 C cenderung memilki saktivitas antibakteri yang lebih tinggi.

Keywords


vinegar bambu; antibakteri; bambu andong; bambu ampel; bakteri pathogen dan pembusuk

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32765/warta%20ihp.v29i02.2504

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Warta Industri Hasil Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Our journal indexed by:


Copyright © Balai Besar Industri Agro, 2018. Powered By OJS 

Theme design credited to MEV edited by Warta IHP

Creative Commons License   
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License