PEMANFAATAN LIMBAH PADAT (EUCHEUMA SP) INDUSTRI PENGOLAHAN SEMI-REFINED KARAGENAN SEBAGAI PUPUK CAIR PADA TANAMAN HORTIKULTURA

Medan Yumas, Justus Elisa Loppies, Eky Yenita Ristanti, Dyah Wuri Asriati

Abstract


Abstrak: Limbah padat rumput laut (Eucheuma sp) merupakan sisa sortiran dan pencucian industry pengolahan semi-refine karagenan, mempunyai prospek untuk dibuat pupuk organik cair karena kaya kandungan hormone pemacu tumbuh (HPT), unsur hara makro dan mikro.Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah padat (Eucheuma sp) sisa sortiran dan pencucian oleh industry pengolahan semi-refine karagenan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair untuk tanaman hortikultura. Tahapan penelitian meliputi pembuatan alat fermentasi, penyiapan limbah rumput laut, penetapan formula,  fermentasi, pengujian pupuk organik cair, dan aplikasi pupuk ke tanaman cabe (Capsicum sp) dan tomat (Solanum lycopersicum). Pupuk organik cair diformulasi  dari 90%, 85%, 80%, 75%, dan 70% limbah padat (Eucheuma sp) ditambah larutan EM4 dan larutan terasi. Fermentasi dilakukan  secara semi-anaerob selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair hasil proses fermentasi yang terbaik adalah  formula dengan perlakuan B yaitu 85% limbah padat (Eucheuma sp) sisa sortiran dan pencucian, 10% larutan EM4, dan 5% larutan terasi, dengan kandungan hormone pemacu tumbuh (auksin 150,94, giberelin 178,55, sitokinin terdiri dari kinetin 105,98 dan zeatin 127,04), pH 7,15, tidak mengandung bakteri pathogen dan memiliki laju pertumbuhan tanaman lebih cepat dibandingkan 4 perlakuan lainnya (tinggi tanaman, jumlah helai daun, panjang daun, dan lebar daun).  Jumlah kandungan hormone pemacu tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah yang terkandung dalam pupuk cair rumput laut komersial. Namun unsur hara makro dan mikro yang terdapat di dalam pupuk organik hasil fermentasi, jumlahnya sedikit dan tidak memenuhi standar.

 Kata kunci: limbah padat, Eucheuma sp, pupuk organik cair, tanaman hortikultura, hormone pemacu tumbuh (HPT), unsur hara makro, unsur hara mikro.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


DAFTAR PUSTAKA

Amilia, Y., 2011. Penggunaan Pupuk Organik Cair untuk Mengurangi Dosis Penggunaan Pupuk Anorganik pada Padi Sawah (Oryza sativa l.). Skripsi Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 47 pp.

Basmal, J., Widanarto, A., Kusumawati, R., dan Utomo, B.S.B. 2014. Pemanfaatan Limbah Ekstraksi Alginat dan Silase Ikan Sebagai Bahan Pupuk Organik. JPB Perikanan Vol 9, No. 2. Hal : 109-120.

Basmal, J., 2010. Teknologi pembuatan pupuk organic cair kombinasi hidrolisat rumput laut Sargassum sp. dan limbah ikan. Squalen. 5(2): 59–66.

Basmal, J. 2009. Potensi Pemanfaatan Rumpur Laut sebagai Bahan Pupuk Organik. Squalen. 4(1): 1 – 8

Camargo, J.A. & Alonso, A., 2006. Ecological dan toxicological effects of inorganic nitrogen polution in aquatic ecosystems: A global assessment. Environmental International. 32: 831–849.

Dewanto , F.G., Londok, J.J.M.R., Tuturoongdan, R.A.V., & Kaunang, W.B. (2013). Pengaruh pemupukan anorganik dan organik terhadap produksi tanaman jagung sebagai sumber pakan. Jurnal Zootek. 32(5):1–8.

Featonby-Smith, B.C. & Van Staden, J. (1983). The effect of seaweed concentrate on the growth of tomato plants in nematode-infested soil. Scientia Horticulturae. 2: 137–146.

Han, L.J. (2006). The auxin concentration in sixteen Chinese marine algae. Chinese Journal of Oceanology and Limnology 24 (3): 329–332.

Hidayati, E. 2013. Kandungan Fosfor Rasio C/N dan pH Pupuk Cair Hasil Fermentasi Kotoran Berbagai Ternak Dengan Stater Stardec. FMIPA. IKIP PGRI Semarang.

Jensen, E. (2004). Seaweed-fact or fancy: From the organic broad caster, Published by Moses the Midwest Organic dan Sustainable Education, From the Broad Caster. 12(3): 164–170.

Jensen, A. (1993). Present dan future needs for alga dan algal products. Hydrobilogia. 261: 15 21.

Jimenez-Escrig, A. & Goni, C.I. (1999). Nutritional evaluation and physio logical effects of edible seaweeds. Archivos Latinoamericanos de Nutrition 49: 114–120.

Mooney, P.A and Van Staden, J. 1985. Effect of Seaweed Concentrate on Growth of Wheat under Condition of Water Fern. S. Afr. Sci 8: 632 – 633.

Mooney, P.A. dan Van Staden, J., 1984. Seasonal Changes and in the Level of Endogeneous Cytokinin in Sargassum heterophylum (Phaeophyceae). Bot. Mar. 27: 437-442

Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Edisi Revisi. Agro Media Pustaka.

Pancapalaga dan Wehandaka., 2011. Pengaruh Rasio Penggunaan Limbah Ternak dan Hijauan Terhadap kualitas Pupuk Cair. Universitas Muhammadiyah Malang. GAMMA, Vol 7, No. 1. Hal : 61-68.

Permentan, 2011. Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/SR.140/10/2011. Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenahan Tanah. 16 pp.

Permentan, 2009. Peraturan Menteri Pertanian No. 28/Permentan/SR.130/5/2009. Persyaratan Teknis minimal Bakteri Patogen Escherichia coli dan Salonella sp adalah Nol Pada Pengenceran 10-3 dengan Metode MPN-Durham.

Sedayu, B.B., Erawan, S.M.I, dan Assadad, L (2014). Pupuk Cair Dari Rumput Laut Eucheuma cottonii, Sargassum sp Dan Gracilaria sp Mengguna Proses Pengomposan. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Vol 9 No. 1: 61–68.

Sedayu, B.B., Basmal, J. & Utomo, B.S.B. (2013).Identifikasi hormon pemacu tumbuh ekstrak cairan (sap) Eucheuma cottonii. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. 8(1): 1–8.

Steel RGD, Torrie JH. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika :Suatu PendekatanBiometrik. Edisi ke-2. Bambang Sumantri, penerjemah. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama. Terjemahan dari: Principles and Proceduresof Statistics.

Stephen, A.B., John, K.M.T., Palnia, L.M.S., & Lethama, D.S. (1985). Detection of cytokinins in a seaweed extract. Phytochemistry. 24(11): 2611–2614.

Sundari, I., Maruf, F,W., Dewi, N. E. 2014. Pengaruh Penggunaan Bioaktivator EM4 Dan Penambahan Tepung Ikan Terhadap Spesifikasi Pupuk Organik Cair Rumput Laut Gracillaria sp. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol. 3 No. 3 : 88-94

Sundari, Elmi, Sari E., dan Rinaldo, R. 2012. Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Bioaktivator Biosca dan EM4. Universitas Bung Hatta Pekan Baru. ISSN : 1907-0500.

Sutedjo, M.M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Taha, Z.S., Smira, T.A., & Sanaa, M.S.R. (2011). Effect of bread yeast application dan seaweed extract on cucumber (Cucumis sativus L.) plant growth, yield dan fruit quality. Mesopotamia Journal of Agriculture 39: 26–34.

Udiyani, P.M. & Setiawan, M.B. (2003). Kajian terhadap Pencemaran Lingkungan di Daerah Pertanian Berdasarkan Data Radioaktivitas Alam. Prosiding pada Seminar Tahunan Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir, Jakarta, 11 Desember 2003. p. 172–182.

Wu, T.W. dan Lin, C.H. 2000. Analysis of Cytokinin Activity in Commercial Aqueous Seaweed Extract. Gartenbauwissenschaft. 65 (4): 170-173.

Yulipriyanto, H., 2010. Biologi Tanah dan Strategi Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.33104/jihp.v14i2.5507

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Industri Hasil Perkebunan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


Our journal indexed by:




Copyright © BALAI BESAR INDUSTRI HASIL PERKEBUNAN, 2019.(p-ISSN 1979-0023 | e-ISSN 2477-0051 ). Powered By OJS

Theme design credited to MEV edited by BBIHP